Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan Tourbillon saat ini merupakan sebuah "simbol" bagi sebuah adi karya dalam dunia horologi sekaligus juga menunjukkan bahwa sebuah jam yang memiliki Tourbillon bukanlah sebuah jam biasa, melainkan sebuah petunjuk bahwa jam itu merupakan jam yang sangat mahal dan populasinya tidaklah banyak. Evolusi ini, saya yakin tidak ada dalam benak Abraham-Louis Breguet ketika dia menciptakan Tourbillon untuk pertama kali pada tahun 1795. Karena, saat itu Breguet membuat Tourbillon hanya untuk meningkatkan akurasi dan performance jam kantong yang ternyata dipengaruhi oleh gaya gravitasi.Dalam posting tentang Tourbillon sebelumnya, saya menjelaskan bahwa penggunaan Tourbillon pada sebuah jam tangan tidaklah memberi dampak apapun yang menguntungkan, bahkan secara tidak langsung dapat mempengaruhi performance. Kecuali Tourbillon itu dibuat berbeda yang disesuaikan dengan movement jam tangan agar bisa memberi manfaat pada kinerja. Misal, Tourbillon dibuat bukan dengan single axis tapi multi axis dll. Sejak Abraham-Louis Breguet membuat Tourbillon untuk pertama kali, tidak banya watchmaker yang mampu membuat sebuah Tourbillon dengan baik. Diketahui hanya sekitar 600 buah jam Tourbillon yang pernah ada sejak usia Tourbillon 200 tahun. Karena memang mendesain dan membuat sebuah jam Tourbillon sangatlah sulit dan dalam sebuah Tourbillon sederhana terdapat ratusan parts yang berukuran kecil. Sebuah Tourbillon layaknya sebuah 'mahakarya' seorang watchmaker, karena itu keberadaan Tourbillon dalam sebuah jam tangan akan selalu di-ekspose agar dapat terlihat dari kedua sisi. Konsekuensi dari 'show off' ini adalah sebuah Tourbillon seringkali dibuat dari material yang tangguh sekaligus ringan (titanium, Berrylium dll). Batu rubies juga digunakan untuk menyatukan part-part kecil tersebut untuk mengurangi efek dari gesekan dan friksi antar parts.

Selain proses pembuatan parts Tourbillon yang lama karena bentuk dan ukuran yang kecil, proses asembling dan proses pengujian membutuhkan waktu yang lebih lama lagi, yaitu sekitar 4 bulan. Proses asembling adalah salah satu ujian nyata bagi seorang watchmaker. Sebuah Tourbillon akan berfungsi dengan baik kalau proses asembling-nya dilakukan dengan sempurna dan tanpa salah sedikitpun. Apabila dalam pengujian ditemukan kegagalan atau indikasi potensi kegagalan ketika sebuah Tourbillon berfungsi, maka Tourbillon yang sudah jadi harus di urai kembali dan kemudian dirakit kembali.
Karena Tourbillon adalah juga sebuah 'status' bagi watchmaker maupun bagi si pemilik, maka sebagian besar (mungkin bisa disebut 95%) jam-jam Tourbillon dibuat dari logam mulia seperti Rose gold, platinum, white gold dll. Dan secara otomatis penggunaan material ini akan semakin menambah mahal harga sebuah jam Tourbillon. Harga sebuah jam Tourbillon buatan Swiss memang berkisar ratusan juta sampai beberapa miliar rupiah sebuah-nya.
Jadi, kenapa harga sebuah jam Tourbillon begitu mahal? dari penjelasan diatas bisa ditarik kesimpulan awal:
1. Proses pembuatannya yang sangat sulit dan lama
2. Penggunaan logam mulia dalam sebuah jam Tourbillon
3. Jumlahnya yang sangat sedikit
4. Jam Tourbillon lebih dianggap sebagai 'Piece of art' ketimbang sebuah alat penunjuk waktu
Beberapa tahun terakhir mulai muncul Tourbillon buatan China yang harganya jauh dari harga Tourbillon buatan Swiss. Tentu saja harga yang murah sesuai dengan kualitas Tourbillon yang dihasilkan, penggunaan material-nya dan juga 'aura' keindahan yang dimunculkan. Biasanya, Tourbillon buatan China adalah Tourbillon basic yang menggunakan single axis. Tidak seperti anggapan orang pada umumnya, harga jam Tourbillon buatan Swiss ternyata tidak terpengaruh oleh keberadaan jam-jam Tourbillon buatan China, karena mereka (pabrikan Swiss) tetap bisa menjual jam-jam Torubillon dengan harga sangat tinggi.
voir montres et Hermes montre
Karena Tourbillon adalah juga sebuah 'status' bagi watchmaker maupun bagi si pemilik, maka sebagian besar (mungkin bisa disebut 95%) jam-jam Tourbillon dibuat dari logam mulia seperti Rose gold, platinum, white gold dll. Dan secara otomatis penggunaan material ini akan semakin menambah mahal harga sebuah jam Tourbillon. Harga sebuah jam Tourbillon buatan Swiss memang berkisar ratusan juta sampai beberapa miliar rupiah sebuah-nya.
Jadi, kenapa harga sebuah jam Tourbillon begitu mahal? dari penjelasan diatas bisa ditarik kesimpulan awal:
1. Proses pembuatannya yang sangat sulit dan lama
2. Penggunaan logam mulia dalam sebuah jam Tourbillon
3. Jumlahnya yang sangat sedikit
4. Jam Tourbillon lebih dianggap sebagai 'Piece of art' ketimbang sebuah alat penunjuk waktu
Beberapa tahun terakhir mulai muncul Tourbillon buatan China yang harganya jauh dari harga Tourbillon buatan Swiss. Tentu saja harga yang murah sesuai dengan kualitas Tourbillon yang dihasilkan, penggunaan material-nya dan juga 'aura' keindahan yang dimunculkan. Biasanya, Tourbillon buatan China adalah Tourbillon basic yang menggunakan single axis. Tidak seperti anggapan orang pada umumnya, harga jam Tourbillon buatan Swiss ternyata tidak terpengaruh oleh keberadaan jam-jam Tourbillon buatan China, karena mereka (pabrikan Swiss) tetap bisa menjual jam-jam Torubillon dengan harga sangat tinggi.
Ce qui surprend d'abord est le gabarit de la Signalman: outre le diamètre propre du boîtier, l'épaisseur dépasse légèrement les 15mm et la distance de corne à corne est de 51mm. La largeur du bracelet au niveau du boîtier étant de 24mm, l'ensemble reste cependant harmonieux. C'est grand, imposant, épais mais équilibré.
La référence aux phares se trouve dans la forme de l'indicateur de réserve de marche qui rappelle le rayon lumineux. Mais afin d'éviter d'apporter un élément asymétrique sur le cadran, Ellis a dessiné ce rayon en action, en train de tourner. Cette quête de la symétrie et de l'équilibre a constamment guidé le designer comme le prouve l'utilisation du "zéro" comme chiffre au sommet du cadran au lieu du traditionnel 12. Outre le fait que tous les nombres autour du cadran n'ont qu'un seul chiffre, l'utilisation du zéro est plutôt logique puisque l'aiguille GMT peut-être utilisée comme un indicateur jour&nuit de l'heure locale.
Le fond du boîtier est plein et en toute logique Ellis en a profité pour y dessiner un phare, celui de Smeaton, reconnaissable à sa forme de tronc de chêne et qui avait été construit sur les rochers d'Eddystone. Le phare n'existe plus aujourd'hui car l'érosion des roches mettait sa stabilité en péril. Il a été reconstruit à Plymouth Hoe en tant que mémorial afin de témoigner de cette page d'histoire importante de l'ingénierie anglaise.
Ellis a souhaité qu'une personnalisation de la Signalman soit possible. Elle passe par la collection de bracelets d'ores et déjà disponible: Cordovan, nylon, toile, cuir, requin, la panoplie est large et permet d'adapter la Signalman à plusieurs situations. Je dois avouer que la montre se prête bien à ce genre d'exercice grâce à la largeur du bracelet et la forme du boîtier: au poignet, elle dégage évidemment une forte présence du fait plus de son épaisseur que de son diamètre tout en restant relativement sobre. Je ne suis pas fan du bracelet requin et si j'étais propriétaire d'une Signalman, je m'empresserais de le remplacer.